Monday, November 3, 2014

Sistem Tanam Paksa

Info sejarah

“Hai guys,..... sejarah kelas x .blogspot.com akan membahas mengenai sistem tanam paksa yang pernah terjadi di masa kolonialisme Belanda. Melalui postingan ini, diharapkan kalian semua dapat memiliki pengetahuan mengenai sistem tanam paksa yang pernah terjadi di masa Kolonialisme Belanda.”

Sistem Tanam Paksa terjadi antara kisaran tahun 1830 sampai dengan 1870 Masehi. Pada tahun 1830, Belanda mengalami kesulitan keuangan yang disebabkan oleh perang Dipenogoro (1825-1830), disusul kemudian dengan Perang Belgia (1830-1831). Untuk mengatasi kesulitan ini, biaya operasional negeri Belanda beserta program kolonialismenya kemudian dibebankan di atas pundak masyarakat Indonesia oleh Gubernur Jenderal van den Bosch melalui sistem cultuurstetsel (Tanam Paksa). Ia memastikan bahwa untuk memperoleh keuntungan harus diterapkan kembali penyerahan paksa yang telah dipraktikan VOC. Namun, bukan dalam bentuk uang nelainkan berupa tenaga kerja untuk menanam tanaman yang laris di pasaran Eropa, seperti kopi, teh, tebu, indigo dan nila.

Pada tanggal 17 Januari 1832, van den Bosch diangkat sebagai Komisaris Jenderal sehingga kekuasaanya semakin besar dan tiada oposisi baginya dalam menjalankan sistem Tanam Paksa. Dasar-dasar Tanam Paksa pun di undang-undangkan empat tahun kemudian dalam Staatblad No. 2 tahun 1834. Ketentuan pokoknya adalah sebagai berikut :
  1. Penyerahan sebagian tanah oleh penduduk untuk ditanami tanaman perdagangan yang laku di pasaran Eropa melalui perjanjian.
  2. Tanah yang harus diserahkan seluas seperlima dari jumlah tanah pertanian satu desa.
  3. Pekerjaan tersebut tidak boleh melebihi pekerjaan untuk menanam padi.
  4. Tanah yang dipergunakan bagi tanaman perdagangan dibebaskan dari pajak.
  5. Apabila harga tanaman perdagangan lebih besar dari pajak, kelebihannya akan diserahkan kepada penduduk.
  6. Kerugian yang bukan karena kesalahan petani akan ditanggung pemerintah.
  7. Rakyat yang tidak memiliki tanah pertanian harus menggantinya dengan bekerja di perkebunan milik pemerintah selama 66 hari atau seperlima tahun.

Sumber :

Farid, samsul. 2013. Sejarah Indonesia untuk SMA-MA/ SMK. Bandung: Yrama Widya

Tanggung Jawab dan Peduli Terhadap Berbagai Peninggalan Budaya

Info Sejarah

“Hai guys,..... sejarah kelas x .blogspot.com akan membahas mengenai tanggung jawab dan peduli terhadap berbagai peninggalan budaya. Melalui postingan ini, diharapkan kalian semua dapat memiliki sikap bertanggung jawab dan peduli terhadap berbagai peninggalan budaya bangsa kita.”

Tidak diragukan lagi, Indonesia kita yang tercinta ini merupakan negara yang kaya akan warisan budaya (cultural heritage), baik yang berasal dari zaman praaksara maupun yang berasal dari jaman Hindu Budha, Isalam, Kolonial, Revolusi hingga jaman Reformasi. Benda-benda cagar budaya sebagai warisan budaya merupakan kekayaan kebudayaan bangsa Indonesia yang tidak ternnilai harganya. Warisan budaya ini begitu penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan baik di masa kini maupun di masa yang akan datang. Dengan demikian, kita sebagai anak bangsa yang mencintai negeri ini, harus selalu mengupayakan untuk melindungi dan melestarikannya. Hal ini sangat perlu kita lakukan demi pemupukan jati diri bangsa dan kepentingan nasional.

Sebagai harta karun budaya bangsa, benda cagar budaya sebaiknya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, pariwisata, kebudayaan, sosial, bahkan agama sekalipun. Kesadaran menjaga dan melestarikan cagar budaya ini perlu dipupuk sedari dini demi lestarinya benda-benda cagar budaya sebagai identitas bangsa. Perlu diingat, bahwa dengan melestarikan benda cagar budaya, itu sama artinya dengan melestarikan jejak seharah.


Sumber :

Farid, samsul. 2013. Sejarah Indonesia untuk SMA-MA/ SMK. Bandung: Yrama Widya