Monday, June 30, 2014

Kerajaan Tidore


“Hai guys,..... sejarah kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang Kerajaan Islam yang berkembang di Indonesia : Kerajaan Tidore. Postingan  ini diharapkan dapat membantu kalian semua dalam proses masuk dan berkembangnya agama serta kebudayaan Islam di Indonesia.”

Kerajaan Tidore terletak di sebelah selatan Ternate. Menurut silsilah raja- raja Ternate dan Tidore, Raja Ternate pertama adalah Syahadati alias Muhammad Naqal yang naik takhta pada tahun 1081. Baru saat Raja Ternate yang kesembilan, Cirililiyah  bersedia memeluk agama Islam berkat dakwah Syekh Mansur dari Arab. Setelah masuk Islam bersama para pembesar kerajaan, Cirililiyah mendapat gelar Sultan Jamalluddin. Putra sulungnya Mansur juga masuk Islam. Agama Islam masuk pertama kali di Tidore pada tahun 1471 (menurut catatan Portugis).

A. Bidang Politik

Ternate berhasil meluaskan wilayahnya dan membentuk Persekutuan Uli Lima dengan anggota Ambon, Bacan, Obi, dan Seram. Kerajaan Tidore juga berhasil memperluas pengaruhnya ke Makayan Halmahera, Pulau Raja Ampat, Kai, dan Papua yang disatukan dalam suatu persekutuan yang disebut  Persekutuan Uli Siwa.

Daerah Maluku merupakan penghasil rempah-rempah yang sangat laku di pasaran Eropa. Oleh karena itu, bangsa Eropa banyak yang datang ke Maluku untuk mencari rempah-rempah. Bangsa Eropa yang datang ke Maluku, antara lain Portugis, Spanyol, dan Belanda.

Mula-mula Kerajaan Ternate dan Tidore dapat hidup berdampingan dan tidak pernah terjadi konflik. Namun, setelah kedatangan bangsa Eropa di Maluku mulailah terjadi pertentangan. Kerajaan-kerajaan di Maluku tidak bersatu dalam menghadapi musuh dari luar, tetapi malah bersaing dan saling menjatuhkan. Pada tahun 1512 bangsa Portugis dan Spanyol memasuki Maluku. Portugis pada saat itu memilih bersahabat dengan Ternate. Spanyol yang datang kemudian bersahabat dengan Sultan Tidore. Sejak saat itulah benih-benih permusuhan mulai timbul.

Pada tahun 1529 Portugis dengan dibantu oleh Ternate dan Bacan menyerang Tidore dan Spanyol. Dalam peperangan itu, Portugis mengalami kemenangan sehingga dapat menguasai perdagangan rempah-rempah di seluruh Maluku.

Maluku berhasil dikuasai oleh Portugis. Portugis mulai melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap rakyat Maluku. Kedua kerajaan tersebut akhirnya sadar bahwa mereka harus bersatu untuk mengusir penjajahan Portugis di Maluku. Berkat kerja sama kedua kerajaan tersebut, Portugis dapat dikalahkan pada tahun 1574 dan menyingkir ke Ambon. Pada tahun 1605 VOC berhasil mengusir Portugis dari Ambon dan menguasainya. Portugis menyingkir ke Pulau Timor bagian timur dan berkuasa di sana.

B. Bidang Sosial Budaya dan Ekonomi

Kerajaan Tidore mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Nuku (1780–1805). Sultan Nuku dapat menyatukan Ternate dan Tidore untuk bersama-sama melawan Belanda yang dibantu Inggris. Belanda kalah serta terusir dari Tidore dan Ternate. Sementara itu, Inggris tidak mendapatkan apa-apa kecuali hubungan dagang biasa. Sultan Nuku memang cerdik, berani, ulet, dan waspada. Sejak saat itu, Tidore dan Ternate tidak diganggu, baik oleh Portugis, Spanyol, Belanda, maupun Inggris sehingga kemakmuran rakyatnya terus meningkat. Wilayah kekuasaan Tidore cukup luas, meliputi Pulau Seram, Pulau Halmahera, Kepulauan Kai, dan Papua. Pengganti Sultan Nuku adalah adiknya, Zainal Abidin. Ia juga giat menentang Belanda yang berniat  menjajah kembali.

Sumber :
Sh. Musthofa, Suryandari, Tutik Mulyati. 2009. Sejarah 2 : Untuk SMA/ MA Kelas XI Program Bahasa. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.


Materi lainnya : (klik untuk melihat)

No comments:

Post a Comment