Sunday, September 21, 2014

Fakta Sejarah

“Hai guys,..... sejarah kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang Fakta Sejarah. Postingan  ini diharapkan dapat membantu kalian dalam Mengamati lingkungan sekitar untuk mencari bukti-bukti sejarah, Memahami konsep tentang sumber, kritik sumber, validasi informasi, rekontruksi, dan penulisan dalam  langkah-langkah  penelitian sejarah, Menanya dan berdiskusi  untuk mendapatkan pemahaman lebih mendalam  tentang sumber, kritik sumber, validasi informasi, rekontruksi, dan penulisan dalam langkah-langkah  penelitian sejarah Mengumpulkan  data lanjutan berdasarkan bahan atau referensi yang tersedia,dan meneruskan langkah-langkah  penelitian sejarah, dan Mengasosiasi : menentukan keterkaitan antara kejadian ,sumber, validasi informasi, interpretasi, rekonstruksi, dan cerita sejarah.”


Fakta adalah hasil dari seleksi data yang terpilih. Fakta menunjukkan terjadinya suatu peristiwa di masa lampau. Fakta berasal dari bahasa latin, factus dan facerel, yang artinya selesai atau mengerjakan. Fakta sejarah adalah fakta – fakta yang berhubungan langsung dengan peristiwa sejarah yang kita teliti.     F. J. Tigger mendefinisikan fakta adalah sebagai hasil penyelidikan secara kritis yang ditarik dari sumber – sumber dokumenter (Sidi Gazalba, 1981).

Sementara Louis Gottchalk mengartikan fakta sebagai suatu unsur yang dijabarkan secara langsung atau tidak langsung dari sumber sejarah yang dipandang kredibel, setelah diuji secara seksama dengan metode sejarah. Dari pandangan sejarah itu menunjukkan bahwa fakta dalam sejarah adalah rumusan atau kesimpulan yang diambil dari sumber sejarah atau dokumen. Fakta sejarah dibagi menjadi fakta lunak, fakta keras, inferensi dan opini.

Berikut adalah penjelasan masing-masing

1. Fakta lunak

Fakta lunak merupakan fakta yang masih perlu dibuktikan dengan dukungan fakta – fakta lain. Para sejarawan melalui penelitian sumber – sumber sejarah mencoba mengolah sehingga bisa dimengerti. Tetapi bisa saja bahwa apa yang dianggap sebagai fakta belum tentu diterima oleh orang lain, sehingga tidak jarang masih mengundang perdebatan. Contohnya peristiwa supersemar merupakan fakta lunak karena masih dalam perdebatan.


Gambar  Dokumen Supersemar sebagai Fakta Lunak

2. Fakta keras

Fakta keras adalah fakta – fakta yang biasanya sudah diterima sebagai sesuatu peristiwa yang benar, yang tidak lagi diperdebatkan. Fakta ini sering disebut “fakta keras”, fakta yang sudah mapan (established) dan tidak mungkin dipalsukan lagi. Contohnya peristiwa proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan faakta yang tidak bisa diubah lagi.


Gambar   Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

3. Inferensi

Inferensi merupakan ide – ide sebagai benang merah yang menjembatani antara fakta yang satu dengan fakta yang lain. Ide atau gagasan ini dapat dimasukkan dalam kategori fakta, tetapi masih cukup lemah. Karena inferensi tidak lebih dari suatu pertimbangan logis yang menjelaskan pertalian antara fakta – fakta.


4. Opini

Opini mirip dengan inferensi, tetapi opini ini lebih bersifat pendapat pribadi / perorangan. Karena pendapat pribadi maka tidak didasarkan pada konsideran umum. Sedangkan salah satu benntuk informasi sejarah, opini merupakan penilaian (value judgment) atau sangkaan pribadi.

Berdasarkan bentuknya fakta sejarah dibagi menjadi 3, yaitu : fakta mental, fakta social, dan artefak

1. Fakta mental

Fakta mental adalah kondisi yang dapat menggambarkan suasana pikiran, perasaan batin,      kerohanian, dan sikap yang mendasari suatu karya cipta. Jadi fakta mental bertalian dengan perilaku, ataupun tindakan moral manusia yang mampu menentukan baik buruknya kehidupan manusia, masyarakat, dan Negara misalnya, mental orang Aceh yang keras dan tak mudah menyerah, mengakibatkan pihak Belanda kewalahan dalam menghadapi perlawanannya.


Gambar  Peristiwa Perang Aceh (1873-1904)

2. Fakta Sosial

Fakta sosial adalah fakta sosial yang berdimensi sosial, yakni kondisi yang mampu menggambarkan tentang keadaan sosial, suasana zaman dan sistem kemasyarakatan, misalnya interaksi (hubungan) antarmanusia, contoh pakaian adat, atau pakaian kebesaran raja. Jadi fakta sosial berkenaan dengan kehidupan suatu masyarakat, kelompok masyarakat atau suatu Negara yang menumbuhkan hubungan sosial yang harmonis serta komunikasi yang terjaga baik. Misalnya, bangunan arsitektur Eropa di kota Indonesia. Ini menandakan Bahwa di kota bersangkutan pernah di tempati oleh orang-orang asal Eropa yang membangun rumah yang beraksitektur dan tidak jauh beda dengan negara asalnya.


Gambar  Peninggalan Inggris di Bengkulu

3. Artefak

Artefak adalah semua benda baik secara keseluruhan atau sebagian hasil garapan tangan manusia, contohnya candi, patung, dan perkakas.


Gambar  Artefak Peninggalan Roman (Roma, Italia)


Sumber :

Referensi :
  • Gottschalk, L. (1986). Mengerti Sejarah. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
  • Kuntowijoyo. (1995). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.
  • Miftahuddin. (t.thn.). Menjadi Peneliti Sejarah. Dipetik Mei 18, 2013, dari staff uny website: http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/miftahuddin-mhum/menulis-sejarah.pdf
  • Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  • Sjamsuddin, H. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.
  • Sobana Hs, A. (2008, Februari 12-14). Metode Penelitian Sejarah. Materi "Workshop Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan: Penulisan Karya Ilmiah dan Perekaman Data, hal. 1-17.
  • Sukardi. (2003). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan. (2009). Jakarta.

2 comments: