Sunday, September 21, 2014

Jenis Sumber Sejarah

“Hai guys,..... sejarah kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang Jenis Sumber Sejarah. Postingan  ini diharapkan dapat membantu kalian dalam mengamati, mengajukan pertanyaan, mengumpulkan  data  lanjutan, mengasosiasi serta mengkomunikasikan hasil analisis dalam bentuk mengenai sumber sejarah, bukti sejarah dan fakta sejarah dan macamnya.”

Data atau sumber sejarah tersebut dibagi menjadi sumber tertulis, sumber lisan, dan sumber benda. Berikut adalah penjelasan singkat terhadap masing-masing data atau sumber sejarah tersebut beserta tempat untuk memperolehnya.

1. Sumber tertulis

Sumber tertulis adalah keterangan tentang peristiwa masa lalu yang disampaikan secara tertulis dengan mengguakan media tulis sepeti batu dan kertas. Sumber terulis dengan menggunakan  batu disebut prasasti. Di Indonesia, sumber tertulis berupa prasasti sangat banyak. Dari keterangan prasasti itulah kita mengetahui adanya Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur dan Kerajaan Taruma Negara di Jawa Barat. Keduanya dipercaya sebagai kerajaan tertua di Indonesia, dan keduanya menganut agama Hindu. Reflika sumber tertulis berupa prasasti tersebut kini tersimpan di dalam Museum Nasional di Jakarta.

Penemuan kertas menggantikan batu sebagai media penulisan. Informasi yang diiberikan media kertas lebih banyak dan lebih lengkap bila dibandingkan media batu. Tulisan pejabat VOC dan pemerintah kolonial Hindia Belanda menjadi sumber tertulis yang dijadikan dasar untuk merekonstruksi masa lalu bangsa Indonesia pada abad ke-16 hingga abad ke-19. Informasi tertulis itu dapat berupa cerita, laporan pertanggungjawaban pada akhir masa jabatan, atau laporan pejabat kepada atasanya tentang suatu peristiwa yang terjadi di wilayahnya. Kini data atau sumber tertlulis dengan menggunakan media kertas tersebut disimpan di dalam Arsip Nasional Republik Indonesia.

2. Sumber lisan

Data atau sumber sejarah tidak semuanya ditulis. Banyak juga data atau sumber sejarah yang tidak tertulis. Jenis data atau sumber sejarah ini disebut sbagai data atau sumber lisan. Cara memperolehnya melalui teknik wawancara kepada pelaku atau skasi sejarah.

Pelaku sejarah adalah orang yang secara langsung terlibat dalam peristiwa sejarah. Sebagai contoh pelaku sejarah dalam perjuangan kemerdekaan, proklamasi kemerdekaan, peristiwa Gerakan 30 September 1965, ataupun peristiwa reformasi pada tahun 1998.  

Saksi sejarah ialah orang yang mengetahui suatu peristiwa sejarah, tetapi tidak terlibat secara langsung. Misalnya petani yang menyaksikan pertempuran pada masa perang kemerdekaan, atau masyarakat sekitar tempat tinggal Presiden Sekarno di jalan Pegangsaan Timur yang menyaksikan pembacaan Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, atau orang-orang yang menyaksikan sekitar peristiwa Gerakan 30 September 1965 maupun Reformasi tahun 1998.

Arsip Nasional Republik Indonesia memiliki banyak rekaman hasil wawancara mereka terhadap pelaku sejarah. Hasil wawancara itu dapat dimanfaatkan untuk pelajaran sumber lisan.

Kelebihan dari penelitian sejarah lisan :
  • Pengumpulan data dapat dilakukan dengan adanya komunikasi dari dua arah  (antara peneliti dengan tokoh) sehingga jika ada hal yang kurang jelas bisa langsung ditanyakan pada nara sumber.
  • Penulisan sejarah menjadi lebih demokratis (terbuka) karena memungkinkan sejarawan untuk mencari informasi dari semua golongan masyarakat (baik rakyat biasa sampai pejabat)
  • Melengkapi kekurangan data atau informasi yang belum termuat dalam sumber tertulis atau dokumen.

Kekurangan dari Sejarah Lisan :
  • Keterbatasan daya ingat seorang pelaku/saksi sejarah terhadap suatu peristiwa.
  • Memiliki subjektifitas yang tinggi dikarenakan sudut pandang yang berbeda dari masing-masing pelaku dan saksi terhadap sebuah peristiwa. Sehingga mereka akan cenderung memperberbesar peranannya dan menutupi kekurangannya.

3. Sumber Benda

Sumber benda disebut juga sebagai sumber corporal , yaitu sumber sejarah yang diperoleh dari peninggalan benda-benda kebudayaan, misalnya, alat-alat atau benda budaya, seperti kapak, gerabah, perhiasan, manik-manik, candi, dan patung. Sebagian sumber benda ini terdapat di museum, dan sebagiannya dapat disaksikan langsung di lokasi, seperti Candi Prambanan, Candi Borobuduru, dan lain sebagainya.

Sumber :

Referensi :
  • Kuntowijoyo, 1994. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya
  • Marwati Djoened Poesponegoro & Nugroho Notosusanto. Sejarah Nasional Indonesia I – VII, Penerbit : Dep. Pend. & Keb. - Balai Pustaka, Cet. 6, 1990
  • Taufik Abdullah (Ed.). Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 2010

No comments:

Post a Comment