Monday, September 22, 2014

Peradaban Lembah Sungai Nil (Mesir Kuno)

“Hai guys,..... sejarah kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang Peradaban Mesir Kuno di Afrika. Postingan  ini diharapkan dapat membantu kalian dalam Memahami berbagai jenis kehidupan  manusia Purba di Indonesia dan Dunia (Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika); Menggali informasi dari narasumber untuk mendapatkan klarifikasi dan pendalaman tentang manusia purba Indonesia dan Dunia dalam pencapaian ilmu, teknologi, kepercayaan, pemerintahan, pertanian, dan budaya; Mengumpulkan data lanjutan dari sumber primer maupun sekunder terkait dengan pencapaian ilmu, teknologi, kepercayaan, pemerintahan, pertanian, dan budaya peradaban Indonesia dan Dunia; Menganalisis informasi dan data yang didapat dari contoh peradaban dunia serta unsur-unsur yang diwariskan dalam kehidupan manusia di masa kini.”

Sejarawan Yunani Kuno pada abad ke-5 SM menyebut Mesir sebagai “Hadiah dari Sungai Nil” (The give of the Nile). Dengan kata lain, kemakmuran mereka diperoleh berkat hadiah Sungai Nil. Walaupun demikian, kemakmuran yang dihadiahkan Sungai Nil lebih banyak dinikmati oleh para Firaun dan golongan bangsawan, bukan oleh petani.Pada 3250 SM, pengaruh Mesopotamia masuk terutama dalam teknik arsitektur dan bahan-bahan yang digunakan.Dari tahun 1680–1580 SM, wilayah utara Mesir diperintah oleh bangsa Hyksos.Pengaruh tersebut telah memperkaya peradaban Mesir tanpa mengubah ciri khasnya.

1. Sistem Kepercayaan

Pusat sistem kepercayaan dan kehidupan politik Mesir Kuno adalah Firaun atau raja/penguasa Mesir. Bagi bangsa Mesir Kuno, Firaun dianggap sebagai:
  • Dewa Horus sebagai anak dari Osiris yang kelak akan bersatu dengan Osiris setelah mati;
  • Perantara bangsa Mesir dengan dewa-dewanya;
  • Penguasa yang harus menjadi pemersatu antara manusia dan dewanya serta antara alam dan manusia; dan
  • Pemelihara kemakmuran di kawasan Sungai Nil.

2. Pemerintahan Imperium Mesir

Bangsa Mesir memasuki masa Imperium setelah mereka berhasil mengusir bangsa Hyksos.Firaun Ahmose (1558–1533 SM) salah satu dari Firaun Delapan Belas Dinasti mendesak bangsa Hyksos keluar dari daerah delta di Utara.Kerajaan Mesir meluas ke sebelah selatan, utara, dan timur. Firaun Thutmose I (1512–1500 SM) berhasil merebut Nubia di selatan dan Thutmose III (1490–1436 SM) menaklukkan Palestina dan Syria. Raja terkenal dari Delapan Belas Dinasti firaun adalah Ramses IIpada abad ke-13 SM.

3. Stratifikasi Sosial Ekonomi Masyarakat Mesir

Kegiatan ekonomi penduduk Mesir Kuno adalah pertanian atau agraria.Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, para perajin juga membuat gerabah, lena (bahan pakaian), gelas, permata, dan kerajinan kulit.Hubungan dagang dilakukan dengan negara-negara tetangga.Mereka memperoleh emas dan gading dari bangsa-bangsa Afrika.Adapun tembaga diperoleh dari Kepulauan Aegia Yunani, kuda dan kayu dari Babylonia, serta bahan cat dari Funisia.Sebaliknya, mereka mengekspor gandum dari hasil kelebihan produksi di Lembah Sungai Nil.Susunan Masyarakat terdiri dari golongan petani, buruh perkotaan, dan budak, para pedagang, dan bangsawan.

4. Arsitektur

Bidang seni dan arsitektur berkembang karena didukung oleh keinginan firaun untuk membangun proyek-proyek raksasa yang kuat dan tahan lama.Firaun juga berambisi memiliki bangunan yang indah, seperti piramida, dan kuil-kuil yang ditopang dengan tiang-tiang raksasa.Bangunan patung-patung firaun dan binatang sebagai bagian upacara ritual untuk menyembah dewa-dewa.

5. Tulisan dan Aksara
               
Ilmu pengetahuan Mesir Kuno sampai pada kita karena kemampuan mereka mencatatkannya melalui aksara atau tulisan.Tulisan tersebut adalah hierogliph yang merupakan tulisan gambar.Pada 1799 ditemukan batu hitam besar di Rosetta di Muara Sungai Nil yang kemudian disebut Batu Rosetta.Teka-teki mengenai batu tersebut bisa diungkapkan oleh seorang sarjana Prancis bernama Jean Champoleon.

6. Astronomi

Bangsa Mesir mampu membuat sistem penanggalan atau kalender bulan berdasarkan siklus bulan.Kalender yang dibuat bangsa Mesir Kuno terdiri atas 12 bulan.Tiap bulan terdiri atas 30 hari. Satu masa ditambah dengan lima hari. Jadi, jumlah hari dalam setahun menjadi 365.Selain itu, mereka juga sudah mengenal tahun kabisat seperti yang kita kenal dewasa ini.

7. Pengobatan

Tradisi pengobatan diantaranya dikenal tradisi pengawetan atau pembalseman mayat-mayat firaun dengan menggunakan ramuan-ramuan tertentu atau biasa disebut sebagai mummy.

Sumber :

Referensi :
  • Chaldun, Achmad. (1999). Atlas Indonesia dan Dunia. Surabaya: Karya Pembina Swajaya
  • Coupe, Sheena, and Barbara Scanlan. (1993). History Begins: A Global History of the Ancient World. New York: Longman.
  • Karls, Farah. (1997). World History: The Human Experinece. Ohio, United States: National Geographic Society.
  • Tugiyono K.S., Sutrisno Kutoyo, dan Alex Pelatta.(1984). Atlas Sejarah dan Lukisan Sejarah Nasional Indonesia.Jilid 1. Jakarta: Baru.
  • Latif, Chalid dan Irwin Lay.(1995). Atlas Sejarah Indonesia dan Dunia.Jakarta: Pembina Peraga.
  • Poesponegoro, Marwati Djoened, dan Nugroho Notosusanto. (1993). Sejarah Nasional Indonesia Jilid 1.Edisi ke-4. Jakarta: Balai Pustaka.
  • Soekmono, R. ( 1986) Sejarah Kebudayaan Indonesia Jilid 1. Yogyakarta: Kanisius.
  • Widianto, Harry  (2009). Atlas Prasejarah Indonesia.
  • Widianto, Harry  ( 2006) Jejak Langkah Sangiran.

1 comment: