Sunday, September 21, 2014

Tujuan dan Makna Belajar Masa Lalu

“Hai guys,..... sejarah kelas x .blogspot.com kali ini akan membahas tentang Tujuan dan Makna Belajar Masa Lalu. Postingan  ini diharapkan dapat membantu kalian dalam mengamati, mengajukan pertanyaan, mengumpulkan  data  lanjutan, mengasosiasi serta mengkomunikasikan hasil analisis dalam bentuk mengenai pengertian ilmu sejarah, objek ilmu sejarah, sumber ilmu sejarah, peristiwa sejarah,  tema-tema kajian ilmu sejarah, tujuan dan makna belajar masa lalu.”

Mempelajari sejarah adalah mempelajari masa lalu. Namun, bukan berarti mempelajari masa lalu tidak ada gunanya. Seringkali kita mendengar ungkapan ‘Belajarlah dari sejarah’, Adanya kemiripan peristiwa sejarah yang pernah terjadi pada masa lalu dengan peristiwa sejarah yang terjadi pada masa sesudahnya seharusnya membuat kita lebih bijak dalam menyikapinya.
               
Di dalam kisah sejarah terdapat nilai-nilai atau makna tertentu. Misalnya upaya kerja keras, rela berkorban demi nusa bangsa para tokoh sejarah. Dalam hal ini sejarah dapat memberikan inspirasi bagi kita.
               
Berikutnya dalam mempelajari sejarah kita memperoleh kesenangan berupa lawatan spiritual ke masa silam. Dengan membaca buku sejarah, kita dapat melihat dan mengetahui berbagai peninggalan unik serta peradaban masa silam. Di sini sejarah memberikan nilai guna kesenangan (rekreatif) bagi mereka yang mempelajarinya (Munajat 2004:5)
               
Sejarah tidak hanya memiliki nilai guna secara teoritis, tetapi juga memiliki kegunaan praktis. Kegunaan sejarah secara praktis dapat dibagi dua yaitu tujuan secara intrinsik dan ekstrinsik. Secara intrinsik, sejarah berguna untuk pengetahuan. Secara intrinsik ada empat guna sejarah yaitu sejarah sebagai ilmu, sejarah sebagai cara mengetahui masa lampau, sejarah sebagai pernyataan pendapat, dan sejarah sebagai profesi (Kuntowijoyo 2001:20)
               
Tujuan belajar sejarah juga berkaitan dengan pengembangan pengetahuan,
pemahaman, wawasan mengenai berbagai peristiwa yang terjadi baik di tanah air maupun di luar tanah air, pengembangan sikap kebangsaan dan sikap toleransi.
        
Secara ekstrinsik sejarah dapat digunakan sebagai liberal education yang mempersiapkan pelajar secara filosofis. Di sini sejarah memiliki manfaat untuk pendidikan moral, pendidikan penalaran, pendidikan politik, pendidikan kebijakan, pendidikan perubahan, pendidikan masa depan, pendidikan keindahan. Sejarah dipelajari karena keinginan untuk meneladani moral yang dijunjung para tokoh, pelaku sejarah dalam kisah sejarah. Ada pula yang mempelajari sejarah karena berhubungan dengan penalaran di mana setiap peristiwa sejarah memiliki multidimensi baik berupa pendorong terjadinya peristiwa maupun proses terjadinya peristiwa.

Di lain sisi pemahaman atas peristiwa sejarah dimanfaatkan untuk kepentingan politik, mengkaji suatu kebijakan, memahami perubahan, merancang atau merencanakan sesuatu untuk masa depan. Bagi disiplin ilmu lain, misalnya ilmu sosial, sejarah dapat digunakan sebagai ilmu bantu untuk memahami suatu kondisi sosial yang menjadi bagian dari suatu peristiwa di masa silam.

Sumber :

Referensi :
  • Abdullah, Taufik. 2001. Nasionalisme & Sejarah. Bandung: Satya Historika.
  • Alfian, Ibrahim (eds.). 1992. Dari Babad dan Hikayat sampai Sejarah Kritis. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
  • Ali. R. Moh. 2005. Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia. diterbitkan pertama kali 1963 oleh Bharata Jakarta. Yogyakarta: LKIS.
  • Ankersmit, F.R. 1987. Refleksi tentang Sejarah. Jakarta: Gramedia.
  • Danandjaya, James. 1991. Folklor Indonesia. Jakarta: Grafiti.
  • Kartodirdjo, Sartono. 1992. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Kuntowidjoyo. 2001. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang.
  • Febriyanti, Rosiana.2013. “Metode Pembelajaran Sejarah” Republika 16 Maret
  • Gardiner, Juliet (ed). 1988. What is History Today...?. Hongkong: Macmillan Education.
  • Gottschalk, Louis. 1986. Mengerti Sejarah. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
  • Hassan, Hamid.S. 2010. “Pendidikan Sejarah: Kemana dan Bagaimana? ” dalam Jurnal Pendidikan Sejarah AGSI. Jakarta: Asosiasi Guru Sejarah Indonesia & Institut Sejarah Sosial Indonesia.
  • Kartodirdjo, Sartono. 1992. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Kuntowijoyo. 2001. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang.
  • Munajat, Ade. 2004. Sejarah 1. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  • Resink, G.J. 2012. Bukan 350 Tahun Dijajah. Depok: Komunitas Bambu.
  • Sjamsudin, Helius. 2012. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
  • Soedjatmoko (ed). 1995. Historiografi Indonesia. Sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia.
  • Swantoro, P. 2002. Dari Buku ke Buku. Jakarta: KPG & Tembi.

No comments:

Post a Comment